Senin, 25 Juni 2018

0 Facebook Diminta Ijinkan Nama Samaran

Facebook Diminta Ijinkan Nama Samaran

Pengadilan Jerman memutuskan bahwa penggunaan nama asli di akun Facebook adalah ilegal alias melanggar hukum. Pengguna Facebook seharusnya diperbolehkan menggunakan nama pseudonym alias nama samaran.

Kepatuhan akan hukum privasi yang berlaku di Eropa sejak lama menjadi landasan keputusan ini. Aturan tersebut telah dibuat sejak Januari 2018 lalu, namun baru Februari ini diumumkan oleh federasi organisasi konsumen Jerman yang dikenal dengan VZBV.

Organisasi tersebut mengajukan tuntutan hukum ke jejaring sosial bentukan Mark Zuckerberg itu. Menurut mereka, Facebook tidak memberikan informasi yang cukup terkait privasi, ketika calon pengguna Facebook mendaftar.

"Facebook menyembunyikan pengaturan default yang tidak ramah privasi di pusat privasinya dan tidak memberikan informasi yang cukup bagi pengguna, ketika mereka mendaftarkan akun", jelas Heiko Duenkel, perwakilan VZVB.

Salah satu yang disorot adalah penggunaan Facebook mobile yang memperlihatkan lokasi penguna secara default, ketika mereka melakukan chatting.

VZBV menentang "kedermawanan" Facebook dalam membagi informasi pribadi yang tanpa sadar disetujui oleh pengguna, untuk menguntungkan perusahaan, alih-alih sesama pengguna Facebook.

Mereka menduga, Facebook menggunakan data pribadi pengguna untuk menarik iklan. VZBV juga menilai Facebook memberikan informasi yang menyesatkan, dengan mengatakan bahwa untuk mengakses platform tersebut tidak dipungut biaya. Kenyataannya, menurut VZBV, pengguna harus "membayar" dengan data pribadi mereka.

Menanggapi tuntutan tersebut, melalui perwakilannya, Facebook akan mengajukan banding. Facebook mengatakan jika pihaknya telah melakukan beberapa perubahan untuk mematuhi peraturan hukum yang berlaku di Uni Eropa, sejak masalah ini dikulik pertama kali pada 2015 lalu.

Pihaknya mengatakan, perubahan privasi di wilayah Uni Eropa akan mulai berlaku pada Juni dan akan lebih ketat dibanding yang berlaku di tanah kelahirannya, Amerika Serikat.

"Kami telah bekerja keras untuk memastikan pedoman kami jelas dan mudah dipahami" jelas juru bicara Facebook ,sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Verge, Selasa (13/2/2018).

Ia pun menambahkan jika layanan yang ditawarkan Facebook sudah sesuai aturan yang berlaku.

Senin, 11 Juni 2018

0 Pusat Perbelanjaan Citimall Pertama Prabumulih Resmi Dibuka

Pusat Perbelanjaan Citimall Pertama Prabumulih Resmi Dibuka

PT Nirwana Wastu Pratama secara resmi membuka pusat perbelanjaan Citimall di Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (8/2/2018).

Menurut Associate Director Marketing and Communication PT Nirwana Pratama Teges Prita Soraya, pusat perbelanjaan ini menyerap banyak tenaga kerja lokal sebanyak 90 persen. 

"Tentu ini kontribusinya signifikan. Selain tenaga kerja, juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Pajak hiburan juga bakal tumbuh," ujar Teges.

Dengan bangunan seluas 21.416 meter persegi, Citimall diisi berbagai peritel seperti Optik Melawai, California Fried Chicken, Lubna, His Store, The Box, Kulina Kitchen dan pusat gawai.

Selain itu, lanjut Teges, akan dibuka tempat hiburan (permainan anak anak) Happy Time dan CinemaXX di lantai dua, serta anchor tenant Matahari Departement Store.

"Kami juga memfasilitasi pengusaha lokal untuk bisa berjualan di dalam gerai. Mereka tinggal bawa produk dagangannya," cetus Teges.

Sementara itu, Walikota Prabumulih, Ridho Yahya menambahkan, Citimall memberikan harapan baru bagi masyarakat kota Prabumulih di bidang perekonomian.

"Kami harap Citimall bisa penuhi kebutuhan warga Prabumulih. Jangan ada lagi warga yang belanja ke Palembang. Saya sering lihat itu. Belanja disini saja," ujar Ridho.

Untuk diketahui, Citimall merupakan pusat belanja pertama di kota Prabumulih.

Minggu, 10 Juni 2018

0 Kebiasaan yang Bikin Bau Kaki

Kebiasaan yang Bikin Kaki Bau

Saat mencopot sepatu tiba-tiba muncul bau yang menyengat? Bau itu bisa jadi dari kaki Kamu dan itu semua karena kebiasaan buruk: tidak mengenakan kaus kaki.

Saat kita tidak memakai kaus kaki, keringat tak akan terserap dengan baik sehingga memunculkan kelembapan di kaki. Dan kondisi itu ternyata rentan terhadap infeksi jamur.

“Bakteri akan berkembang di situ,” kata dermatolog Kevin Maharis dari Maharis Clinic, Jakarta, Selasa (13/2/2018). 

Nah, apakah setelah mengenakan kaus kaki, bau tersebut tak akan muncul? Bau akan tetap ada bila kita tak memperhatikan kebersihan.

Kevin menyarankan untuk pakai bedak anti-deodoran—mengandung anti-bakteri— sebelum mengenakan kaus kaki. Selain itu, kita juga sebaiknya sering mengganti kaus kaki. 

“Kaki juga mesti dicuci sampai sela-sela jari, karena seringkali bakteri berkoloni di situ. Cukup pakai air dan sabun mandi saja,” ungkap Kevin. 

Kalau merasa tak nyaman dengan keringat berlebih, Kevin menyarankan untuk ke dokter dan suntik de-aktivasi kelenjar keringat. Dia memastikan proses tersebut tak memiliki efek samping.
 

Dunia Informasi Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates