Senin, 22 Januari 2018

0 Kisah Perjalan Pengusaha Kaya Kalimantan Selatan

Kisah Perjalan Pengusaha Kaya Kalimantan Selatan

Warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pastilah mengetahui Q Mall. Mal yang terletak di lahan 40 hektare di Jalan A. Yani kilometer 36 Banjarbaru ini menjadi salah satu ikon dari kota penghasil intan tersebut. Proses pembangunan mal dimulai 2010, dan baru diresmikan 12 Desember 2012. Mal ini didirikan melalui salah satu usaha dari Citra Group, yaitu PT Diyatama Metro Sejati.

Adalah H Norhin, pemilik Q Mall. Sebelum menjadi pengusaha di Kalimantan Selatan Norhin hanya seorang pedagang pasar malam Blauran pada 1970-an. Setelah relokasi pasar Blauran, Norhin muda merambah ke bisnis konveksi kecil di Pasar Kujajing, Banjarmasin.

Pada satu kesempatan disela acara pernikahan anak pengusaha Binuang H Ciut di Daffam Hotel Q Mall Banjarbaru, ketika ditanyakan rahasia sukses berusaha dan tampak bugar diusianya saat ini? Haji Noorhin mengatakan, bahwa jangan meninggalkan shalat. “Shalat tepat waktu., itu saja kuncinya,” katanya singkat.

Pria kelahiran Amuntai, 5 oktober 1964 yang juga belajar di Pendidikan Guru Atas (PGA) Mulawarman,Banjarmasin ini, terpaksa meninggalkan cita-citanya sebagai guru. Ia memilih menjadi pedagang. “Usaha konveksi saya mulai membaik berkat bantuan dari salah satu tokoh pedagang di Pasar Kujajing bernama H. Taimi (almarhum). Waktu itu, saya diajak beliau pergi ke Jakarta pada medio tahun 1970an,” ujar ayah dari 6 anak tersebut.

Sebelum menjadi pengusaha papan atas di daerah Kalsel, H.Norhin mengawali bisnisnya lewat usaha kecil-kecilan di pasar malam daerah Blauran pada dekade 1970an. Setelah relokasi pasar Blauran, Norhin muda merambah ke bisnis konveksi kecil di Pasar Kujajing Banjarmasin. Pria kelahiran Amuntai, 5 oktober 1964 yang juga sempat menimba ilmu di sekolah Pendidikan Guru Atas (PGA) Mulawarman Banjarmasin, terpaksa meninggalkan cita- citanya sebagai guru, lantaran sibuk berdagang.

“Usaha konveksi saya mulai membaik berkat bantuan dari salah satu tokoh pedagang di Pasar Kujajing bernama H. Taimi (almarhum). Waktu itu, saya diajak beliau pergi ke Jakarta pada medio tahun 1970an,” ujar ayah dari 6 anak (3 putra dan 3 puteri) tersebut.

Menurut Ohen, begitu Norhin disapa saat muda, kala itu, H.Taimi meminjamkan modal sebesar Rp 3 juta kepadanya. Dia juga dikenalkan kepada rekan bisnis H. Taimi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bahkan, ia selalu bilang pada mereka bahwa Norhin adalah anaknya. Kesempatan itu tidak Norhin sia-siakan untuk mendirikan CV Citra Sasirangan, kelanjutan dari bisnis yang sebelumnya dirintis bersama Haji Taimi yang bergerak di bidang bisnis kain sasirangan/ batik Kal-Sel.

Di mata Ohen, H. Taimi adalah rekan bisnis sekaligus sosok pahlawan bagi perjalanan bisnisnya dan menjadikan Norhin sebagai pengusaha konveksi ternama di Banjarmasin. Perlahan tapi pasti, usaha konveksi yang ia tekuni di pasar Kujajing Banjarmasin menjadi pemain terbesar usaha konveksi di wilayah tersebut.

Namun, bendera bisnisnya belum berkibat dengan tegap. Norhin dilanda musibah. Yaitu kebakaran besar di pasar Kujajing yang membakar semua aset usaha miliknya. Lalu diperparah lagi dengan lilitan hutang kepada pedagang di Tanah Abang. Dalam kondisi tersebut, Norhin sempat shok dan nyaris putus asa untuk berwirausaha.

Menurutnya, dengan menjadikan diri sebagai pribadi yang dapat dipercaya, jujur dan mengedepankan prinsip dagang yang berkah dan menjaga amanah, Norhin yang saat itu dililit hutang sebesar Rp 60 juta kepada pedagang Tanah Abang, mendapat perlakuan istimewa, bahkan hutang-hutangnya melilitnya dianggap lunas oleh rekan pedagang di Tanah Abang.

“Alhamdulillah, pedagang di Tanah Abang waktu itu masih memberikan kesempatan dan mempercayakan kepada saya untuk kembali bermitra dengan mereka. Dan yang tidak saya sangka adalah dengan lapang dada mereka membebaskan hutang saya,” kenang Norhin.

Perjalanan bisnisnya terus makin cerah, terutama di tahun 1980. Di mana saat itu Pemda Kalsel sedang menggalakkan industri cinderamata khas daerah dan batik Sasirangan. Seperti gayung yang bersambut, kesempatan itu tidak disia-siakan Norhin dan saudara-saudaranya untuk mendirikan CV Citra, sebuah embrio bisnis yang di kemudian hari menjadi PT Pribumi Citra Megah Utama (Citra Group). Dengan sektor bisnisnya mencakup pertambangan dan logistik batubara (pelabuhan), real estate (perumahan dan pertokoan) serta mall, hotel dsb.

Lewat bendera PT Pribumi Citra Megah Utama (Citra Group) yang berdiri pada 1995, Norhin memulai usaha di bidang pertambangan batubara. Kemudian hasil usaha dari batubara ia investasikan untuk membeli tanah dan mengembangkan sektor bisnis yang lain lewat bendera citra groupnya. Sejak itu usahanya makin menggurita dan berkembang sangat agresif dan menjadi pengusaha yang sangat berpengaruh di wilayahnya.

Tidak hanya itu, Norhin melakukan banyak terobosan bisnis, di antaranya: mengakuisisi industri keuangan multifinance PT Tirta Laras, menjadi sebuah multifinance berbasis full syariah ke 3 di Indonesia dengan nama Citifin Multifinance Syariah yang berkantor pusat di Jakarta.

Ia juga ikut serta dalam pengembangan Bank Perkreditan Rakyat Syariah di Kalsel, lalu mengembangkan lahan kosong menjadi perumahan kota Citra Graha Banjarbaru. Kemudian ia kembangkan juga SPBU dan jasa angkutan tambang, hingga pendirian Q Mall dan merintis bisnis hotel bintang 4 berkonsep syariah perdana di Indonesia dengan nama Q Grand Hotel Dafam Syariah.

0 Pesta Perkawinan Pengusaha Kaya di Binuang Haji Ciut

Pesta Perkawinan Pengusaha Kaya di Binuang Haji Ciut

Ribuan warga menghadiri pesta perkawinan anak tokoh Tapin H Muhammad Ciut yaitu Yoga dan Atrina, Minggu (21/2/2016 di Binuang, Kabupaten Tapin, Kalsel.

Sejak jam 08.00 wita, undangan sudah mulai berjejal memasuki lokasi perkawinan. Mulai anak-anak hingga orangtua lanjut usia turut hadir di pesta perkawinan tersebut.

Menurut Camat Binuang, H Iderus, banyaknya undangan yang hadir karena seluruh warga Tapin diundang hadir.

Pantauan di lokasi beragam hidangan makanan yang disedikan untuk para tamu. Ada nasi lontong, nasi, sop dan beragam jenis kue.

Menurut Camat Binuang yang juga panitia acara pernikahan tersebut, untuk tamu umum mulai jam 07.00 sampai 13.00 Wita. Sedangkan untuk pejabat mulai jam 13.00 Wita sampai selesai.

Senin, 08 Januari 2018

0 5 Pengusaha Kaya Raya di Pulau Kalimantan

5 Pengusaha Kaya Raya di Pulau Kalimantan

Tokoh – Tokoh pengusaha yang kami angkat kali ini berasal dari latar belakang usaha yang berbeda. Sebenanya banyak sekali pengusaha besar di Kalimantan Selatan,  Dari bisnis Properti, Pengadaan bangunan, Pertambangan , Keuangan, dan Industri. 

Ada catatan kesuksesan, ada pula kisah prestasi, dan sejumlah peristiwa unik seputar mereka, berikut liputanya

1. Posisi Pertama adalah H Abdussamad Sulaiman HB  yang akrab di sapa Haji Leman. Beliau adalah pemilik sekaligus pendiri  kerajaan bisnis dengan Merk Hasnur Group yang bergerak di Sektor Pertambangan,  Kontraktor jalan, pelabuhan, Perkebunan Sawit juga ,  Pemilik Media massa. Uniknya, brand nama Hasnur Grup di ambil dari salah satu nama anaknya H.Hasnuryadi yang juga seorang pengusaha dan salah pengurus PSSI pusat.

H. Leman juga Pemilik Klub Sepakbola Kalsel, Barito Putra, beliau juga menjabat sebagai Ketua Koni dan  merupakan petinggi partai Golkar di Kalsel selama Tiga Periode hingga tak heran di kenal dekat dengan sosok  Aburizal Bakri Ketua Umum partai Golkar dan  juga akan maju sebagai Calon presiden 2014.

Baru-baru ini , melalui yayasan  Hasnur Centernya, H. Leman mendirikan SMA Global Islamic Boarding di Kabupaten Batola. Sekolah bertaraf internasional yang dilengkapi sarana dan fasilitas  yang sangat lengkap seperti, gedung olahraga, Studio musik, workshop, koperasi, diklat, Fasilitas bersama, poliklinik, service, asrama, guest house, gedung perawatan, dan lainnya. Karena Ketokohan dan loyalitas itulah   H.leman di usulkan sebagai tokoh Pemersatu  berpengaruh di Kalimantan Selatan,

2. Pengusaha Kedua ada Drs. Zaini Mahdi  yang akrab di sapa Haji Ijai dari Binuang.  Pengusaha ini berasal dari Kecamatan Binuang, Kabupaten TAPIN.  Beliau adalah pengusaha Batubara yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan.  Menjalankan usahanya dengan bendera PT Batu Gunung Mulia ( BGM ), mengantarkan H.Ijai terkenal di kalangan pemain tambang Lokal dan luar kalsel.

  Ketenaran yang santer membuat beliau banyak di bicarakan saat beliau membangun Rumah Mewahnya tepat di bahu jalan di Kecamatan Binuang. Banyak yang memperkirakan biaya pembuatan rumah tersebut mencapai 40 Milyar. Karena selain mewah rumah yang terletak jauh dari pusat keramaian Kota banjarmasin itu di halaman rumahnya terdapat beberapa pohon Kurma yang kabarnya di datangkan langsung dari Timur Tengah. Beliau juga membangun Sebuah Sirkuit Balap “BALIPAT”  yang juga berada di Binuang.

Menurut beberapa pemain tambang. karena harga yang selalu naik dan permintaan batubara yang selalu meningkat membuat pemasukan H.Ijai selalu meroket. Apalagi kabupaten Tapin kaya dengan kandungan batubara kalori-kalori tingginya yang di patok dengan harga selangit.

3. Pengusaha Ketiga adalah Haji Muhammad Ramlan atau di kenal H. Ramlan. Beliau juga adalah Pengusaha Batubara, Pengusaha Kayu,  Pemilik TV lokal, memiliki bisnis perhotelan dan juga pemilik beberapa wahana Rekreas di Kota Banjarmasin .Namanya semakin populer manakala beliau pernah hampir maju menjadi calon Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2010 lalu.

Kepopuleran beliau pun seakan di topang  karena memiliki anak-anak yang juga menjadi tokoh  dan selebriti. Sebut saja Olla Ramlan, bintang Film, model dan Presenter Nasional . Selain itu juga ada Cintya Ramlan yang juga seorang artis mantan isteri Vicky Nitynegoro, juga putranya  H Ichwan Ramlan yang tertular  jiwa pengusahanya dulunya  pernah menjabat Ketua Hipmi ( Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ) Kalimantan Selatan.

4. Berikutnya ada  H. Andi Syamsuddin Arsyad atau akrab di kenal H. Isam.Daftar pengusaha ke-empat ini dulunya di kenal sebagai pekerja perkayuan, tukang tebang, buruh muat, dan sopir angkutan, hingga jadi tukang ojek pun sempat dilakukannya. Menurut banyak warga. Pria yang berperawakan gemuk ini bukan berasal dari keluarga pengusaha. Namun sekarang H. Isam telah menjelma menjadi Pengusaha besar karena telah memiliki beberapa Perusahaan dengan berbagai sektor,  Diantaranya di bidang tambang PT. Jhonlin Baratama, dan PT. Jhonlin Marine and Shipping dan juga PT. Jhonlin Air Transport,  yang tersebar di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu,

H.Isam mengawali terjun ke bisnis batubara nyaris hanya modal dengkul.. Berawal saat ikut di sebuah perusahaan milik seorang pengusaha Batubara keturunan China - Surabaya inilah yang mengenalkan H. Isam tentang seluk belum bisnis dan penambangan batubara. Sehingga  mendorong H. Isam  keluar dari perusahaan, dan bekerja sendiri dengan modal pengetahuannya itu. Kini H. Isam tak hanya dikenal di kawasan Kabupaten Tanah Bumbu, tapi di kenal luas di Kalimantan selatan.

H. Isam memiliki Usaha Rental Pesawat terbang di bawah bendera PT. Jhonlin Air Transport. Selain itu Ia juga memiliki helikopter serta armada angkutan di laut. Karena kepopulerannya , Media Tempo bahkan pernah mengupas sosok beliau dalam liputannya khususnya yang menyebutkan dengan kekayaannya, pengaruhnya, serta  kedekatannya dengan banyak petinggi negeri ini, membuat H. Isam sebagai sosok yang “Zero to Hero”.

5. Pengusaha Kelima ada Anton Gunadi. Dia adalah Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh  Indonesia (PBSI) Kalsel. Merupakan Bos PT Bina Benua Grup yang dulu pernah jaya di bidang Perkayuan. Beliau juga Pemilik CV Bina Benua perusahaan kayu ekspor. Nama Anton Gonadi sempet menjadi bahan perbincangan  karna dugaan Illegal Logging tahun 2006-2007 silam.

Pengusaha yang juga ketua Ikatan Keluarga Tionghua Kalimantan selatan ini di isukan dekat dengan Tomy Soharto. Pada 30 Desember 2007  lalu pernah menjadi DPO ( daftar pencarian Orang ) karena perusahaan yang dimilikinya di duga melakukan Ilegal Logging. Hingga di tahun yang sama penyidik Mabes Polri menjemputnya dari Singapura, atas bantuan Interpol. 

Di ketahui  saat itu ia hendak menurus visa ke Jerman untuk tinggal di sana. Namun sekarang kasus sudah beres, anton Gunadi pun merambah di bisnis pertambangn. Pria yang sekarang berusia 52 tahun dan beralamat di Jalan Kampung Melayu tetap bersebelahan rumah dengan Pengusaha populer H. Leman.
 

Dunia Informasi Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates